Selasa, 14 Desember 2010

Menanti Bidadari Penawar Hati

Masih adakah sisa-sisa cinta itu..
Rasa cinta yang telah luluh lantah..
Dihantam badai penghianatan..
Tercabik-cabik hingga tak berbentuk lagi..
Duri di hati menghujam begitu dalamnya..
Menyisakan luka yang begitu dalam..
Sakitnya mengakar hingga di dasar jiwa..
Dokter manapun tak mampu mengobati..

Meski seribu wanita tlah kutemui..
Tak satupun menjadi penawar..
Aku hanya berharap suatu saat nanti..
Akan datang bidadari penghapus luka..
Membasuh debu dan karat hati..
Serta mengisi kehampaan yang ada di dada..
Semoga...

0 komentar:

Posting Komentar

 

Puisi Kritik Pemerintah

Puisi Chairil Anwar

Puisi Islami