Senin, 04 April 2011

Maju

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai



Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954

2 komentar:

  1. Saya cukp menggemari puisi tai tidak terlalu bisa dan banyak tahu ttg puisi... tapi khairil anwar adalah legenda Indonesia... mungkin suatu saat anda bisa tampilkan lagi karya khairil anwar... thanks kujungannya..

    BalasHapus
  2. puisi
    Ini asli romantis yang tidak bisa di uraikan dengan kata

    BalasHapus

 

Puisi Kritik Pemerintah

Puisi Chairil Anwar

Puisi Islami