Senin, 29 Oktober 2012

JASADKU WAKTU ITU

Lima belas hari terlewati
Hari itu 1980 bulan januari
Aku hadir dan begitu berarti
Mereka tersenyum manis sekali
Sedang aku lemah belum mengerti
Darah disekujur tubuhku begitu ngeri
Mama berlumuran darah
Adzan berkumandang di bibir ayah
Lantunkan ayat-ayat Allah
Kakek,Nenek,Paman dan Bibiku tak resah
Dua orang kakakku tersenyum indah
Handai taulan datang aqiqah

Waktu itu aku tak mengerti apa-apa
Mataku tak melihat sosok manusia
Keduanya tertutup rapat gelap tak bercahaya
Aku menangis,sedih,perih telah berjanji di surga
Sakit sekali usus menjulur hingga paha
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan begitu berlalu
Sempurnalah jasadku
Melihat alam yang indah dan senyum ibuku
Namun aku sedih sekali dengan janji iblis di sana

Jeneponto, 14 Juli 2010
By : Munassir Toing

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Puisi Kritik Pemerintah

Puisi Chairil Anwar

Puisi Islami