Senin, 18 Agustus 2014

BENCANA RINDU

Kasih…
Andai kau lihat lahar panas rinduku
Yang dimuntahkan dadaku
Menghantam dasar hatiku
Kau pasti menangis pilu
Bencana ini
Tak pernah berhenti
Sejak pohon kasihmu
Tumbuh jauh dari pandanganku

Banyak pakar cinta
Mereka tak mampu membendung magma
Rindu terus menggelora
Muntahkan laharnya
Menubruk dinding hatiku
Aku tak tahu harus mengungsi kemana ?
Ku hanya menunggu
Uluran kasihmu
Bantuan cintamu
Sorot indah matamu
Pelukan hangat tubuhmu




Jeneponto, 04 September 2010
By : Munassir Toing

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Puisi Kritik Pemerintah

Puisi Chairil Anwar

Puisi Islami