Selasa, 02 November 2010

Plesiran di Atas Derita

Entah apa yang ada dalam benakmu..
Bersuka ria pergi tamasya..
Membuang biaya untuk alasan kerja..
Nyata-nyata itu hanya foya-foya..
Uang rakyat hanya bisa dihambur-hamburkan..
Tugasmu melayani masyarakat..
Bukan malah minta dilayani rakyat..

Matamu buta atau pura-pura..
Banyak rakyat kelaparan..
Kemiskinan makin merajalela..
Pendidikan gratis cuma impian..
Lebih parahnya pendidikan dijadikan bisnis yang menjanjikan..
Jerit pilu perut keroncongan tak kau dengar..
Bukan engkau tak bisa mendengar..
Tapi telingamu tersumpal uang korupsi..
Mungkin kau baru sadar jika perut buncitmu semakin membesar..
Tapi semoga sebelum itu terjadi kesadaranmu sudah pulih dan segera mengingat tugasmu yaitu mengabdi kepada rakyat dengan sepenuh hati....

Ditulis Oleh : MDZ // 11/02/2010 02:54:00 PM
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Puisi Kritik Pemerintah

Puisi Chairil Anwar

  • PRAJURIT JAGA MALAM
    Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang...
  • Malam
    Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?- -...
  • KRAWANG-BEKASI
    Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka"...

Puisi Islami

  • Cinta Yang Abadi
    Di saat kau mencintanya... Dia mencintamu melebihi cintamu padanya.. Semua...