Minggu, 15 Juli 2012

Nota Bele : Aku Kangen

Author: W.S Rendra

Lunglai – ganas karena bahagia dan sedih,
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.

Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan
untukmu hidupku terbuka.
Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan
Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.
Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu
aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.

Jakarta, Kotabumi, 24 Maret 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

Ditulis Oleh : MDZ // 7/15/2012 10:23:00 PM
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Puisi Kritik Pemerintah

Puisi Chairil Anwar

  • PRAJURIT JAGA MALAM
    Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang...
  • Malam
    Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?- -...
  • KRAWANG-BEKASI
    Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka"...

Puisi Islami

  • Cinta Yang Abadi
    Di saat kau mencintanya... Dia mencintamu melebihi cintamu padanya.. Semua...