Rabu, 09 Juli 2014

PENGEMIS

“ Kak…,minta’ka berasta….!”
Suara itu menyentuh kupingku
Di bibir pintu sesosok bocah kecil
Lusuh, Kumal
Karung lapuk di pundaknya
Tak sepatah kata terucap di bibirku
Harus beri dia apa……?
Kusodorkan lembaran seribu rupiah
Nongol di saku bajuku
Uang yang lapuk
Bak kertas Koran telah basah
Lalu
Kuceritakan sepenggal kisah hidupku
Bocah itu menangis
“ Dek…Bapak dimana…?”
Beliau telah tidur untuk selamanya
Bapak adalah malam
Malam yang menyimpan gelapnya
Jawabnya seduh
“Ibu….?”
Ibu kuli cucian
Upah seribu rupiah




Makassar, 22 Agustus 2010
By : Munassir Toing

Ditulis Oleh : MDZ // 7/09/2014 08:08:00 AM
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Puisi Kritik Pemerintah

Puisi Chairil Anwar

  • PRAJURIT JAGA MALAM
    Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang...
  • Malam
    Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?- -...
  • KRAWANG-BEKASI
    Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka"...

Puisi Islami

  • Cinta Yang Abadi
    Di saat kau mencintanya... Dia mencintamu melebihi cintamu padanya.. Semua...