Jantungku berdenyut kencang sekali
Seiring hembus angin dan deru air hujan
Kekhawatiran terus menghantui
Bimbang akan masa indah tinggal kenangan
Home » All posts
Minggu, 19 Agustus 2012
GALAU HATI
Kamis, 16 Agustus 2012
HUJAN MALAM INI
Hujan mengguyur di malam sepi
Udara dingin mengantar jiwaku
Mencari wujudmu nan jauh
Jauh dalam jangkaun pandangan
Selasa, 07 Agustus 2012
Jumat, 03 Agustus 2012
KOMPENI BENALU
Ibuku…terkadang sedih dan pilu
Terkenang kisah hidupnya dahulu
Fenomena hidup yang terus kelabu
Terkoyak, terhempas bagai angin dan debu
Senin, 30 Juli 2012
S K S
Kita tercipta karena Tuhan
Terlahir karena kodrat
Bertemu karena dekat
Suka karena indah
Butuh karena ketiadaan
Saling sayang karena indah
Saling Cinta karena Hati
Kamis, 26 Juli 2012
ROMEOULIE
Yuli… akulah Romeo
Engkau ….. Sayangku
Kasihku
Cintaku
Permata hatiku
Pengobat rindu
Pelipur laraku
Hidup matiku
Selasa, 24 Juli 2012
HIDUP DAN PERJUANGAN
Pahit getirnya hidup
Terpaksa kuhadapi demi harapan
Lewati segala rintangan
Walau berat kurasakan
Demi meraih puncak jaya
Tulang rapuh lawan beban
Terlahir olah perubahan
Jalani putaran roda kehidupan
Senin, 23 Juli 2012
KALA DIRIMU JAUH
Aku tahu hatimu rindu
Setiap wujudku jauh dari pandangan
Kau selalu bimbang dan ragu
Terkoyak hati yang terlupakan
Jumat, 20 Juli 2012
PEDOFILIA
Bocah-bocah masa depan
Hari hijau mereka terbenam
Terbenam kala pagi pukul sembilan
Layu bunga dan cerah pagi suram
Kamis, 19 Juli 2012
SELAMATKAN HATIMU
Selamatkan hati dan Cintamu
Tentang bayangan masa laluku
Yang lalu biarlah berlalu
Jangan pernah kenang selalu
Rabu, 18 Juli 2012
JANGAN TUNGGU HARI ESOK
Hari ini………………
Telah kita nikmati indahnya dunia
Rasakan manisnya buah cinta
Anugerah sang penguasa
Selasa, 17 Juli 2012
HARI INI AKU MILIKMU
Hari ini aku milikmu
Pagi yang cerah untukmu
Bukan petang yang kau tunggu
Engkau adalah milikku
Senin, 16 Juli 2012
Orang-orang Miskin
Author: W.S Rendra
Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
Minggu, 15 Juli 2012
Nota Bele : Aku Kangen
Author: W.S Rendra
Lunglai – ganas karena bahagia dan sedih,
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.
Sabtu, 14 Juli 2012
Nina Bobok Bagi Pengantin
Author: W.S Rendra
Awan bergoyang, pohonan bergoyang
antara pohonan bergoyang malaikat membayang
dari jauh bunyi merdu loceng loyang
Jumat, 13 Juli 2012
Lagu Serdadu
Author: W.S Rendra
Kami masuk serdadu dan dapat senapang
ibu kami nangis tapi elang toh harus terbang
Yoho, darah kami campur arak!
Yoho, mimpi kami patung-patung dari perak
Kamis, 12 Juli 2012
Lagu Seorang Gerilya
Author: W.S Rendra
(Untuk puteraku Isaias Sadewa)
Engkau melayang jauh, kekasihku.
Engkau mandi cahaya matahari.
Aku di sini memandangmu,
menyandang senapan, berbendera pusaka.
Rabu, 11 Juli 2012
Kelelawar
Author: W.S Rendra
Silau oleh sinar lampu lalulintas
Aku menunduk memandang sepatuku.
Aku gentayangan bagai kelelawar.
Tidak gembira, tidak sedih.
Terapung dalam waktu.
Ma, aku melihatmu di setiap ujung jalan.
Sungguh tidak menyangka
Begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku.
Selasa, 10 Juli 2012
Hai, Kamu !
Author: W.S Rendra
Luka-luka di dalam lembaga,
intaian keangkuhan kekerdilan jiwa,
noda di dalam pergaulan antar manusia,
duduk di dalam kemacetan angan-angan.
Aku berontak dengan memandang cakrawala.
Senin, 09 Juli 2012
Gugur
Author: W.S Rendra
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya
Minggu, 08 Juli 2012
Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang
Author: W.S Rendra
Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal
Kamis, 28 Juni 2012
Sajak Seorang Tua Untuk Istrinya
Author: W.S Rendra
Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara engkau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.
Jumat, 22 Juni 2012
Rabu, 13 Juni 2012
Aku Tulis Pamplet Ini
Author: W.S Rendra
Aku tulis pamplet ini
karena lembaga pendapat umum
ditutupi jaring labah-labah
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,
dan ungkapan diri ditekan
menjadi peng – iya – an
Apa yang terpegang hari ini
bisa luput besok pagi
Ketidakpastian merajalela.
Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki
menjadi marabahaya
menjadi isi kebon binatang
Pamflet Cinta
Author: W.S Rendra
Ma, nyamperin matahari dari satu sisi.
Memandang wajahmu dari segenap jurusan.
Aku menyaksikan zaman berjalan kalang-kabutan.
Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku.
Aku merindui wajahmu.
Dan aku melihat wajah-wajah berdarah para mahasiswa.
Kampus telah diserbu mobil berlapis baja.
Kata-kata telah dilawan dengan senjata.
Aku muak dengan gaya keamanan semacam ini.
Kenapa keamanan justeru menciptakan ketakutan dan ketegangan.
Sumber keamanan seharusnya hukum dan akal sihat.
Keamanan yang berdasarkan senjata dan kekuasaan adalah penindasan.
Minggu, 13 Mei 2012
Sajak Anak Muda
Author: W.S Rendra
Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Sabtu, 12 Mei 2012
Rajawali
Author: W.S Rendra
Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Jumat, 11 Mei 2012
Rumpun Alang-Alang
Author: W.S Rendra
Engkaulah perempuan terkasih, yang sejenak kulupakan, sayang
Kerna dalam sepi yang jahat tumbuh alang-alang di hatiku yang malang
Di hatiku alang-alang menancapkan akar-akarnya yang gatal
Serumpun alang-alang gelap, lembut dan nakal
Kamis, 10 Mei 2012
Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia
Author: W.S Rendra
Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja.
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan.
Amarah merajalela tanpa alamat.
Ketakutan muncul dari sampah kehidupan.
Pikiran kusut membentuk simpul-simpul sejarah.
Rabu, 09 Mei 2012
Sajak Bulan Purnama
Author: W.S Rendra
Bulan terbit dari lautan.
Rambutnya yang tergerai ia kibaskan.
Dan menjelang malam,
wajahnya yang bundar,
menyinari gubug-gubug kaum gelandangan
kota Jakarta.
Selasa, 08 Mei 2012
Sajak Burung-Burung Kondor
Author: W.S Rendra
Angin gunung turun merembes ke hutan,
lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas,
dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau.
Kemudian hatinya pilu
melihat jejak-jejak sedih para petani – buruh
yang terpacak di atas tanah gembur
namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya.
Senin, 07 Mei 2012
Sajak Gadis Dan Majikan
Author: W.S Rendra
Janganlah tuan seenaknya memelukku.
Ke mana arahnya, sudah cukup aku tahu.
Aku bukan ahli ilmu menduga,
tetapi jelas sudah kutahu
pelukan ini apa artinya…..
Minggu, 06 Mei 2012
Sajak Ibunda
Author: W.S Rendra
Dengan latar belakang gubug-gubug karton,
aku terkenang akan wajahmu.
Di atas debu kemiskinan,
aku berdiri menghadapmu.
Usaplah wajahku, Widuri.
Sabtu, 05 Mei 2012
Sajak Kenalan Lamamu
Author: W.S Rendra
Kini kita saling berpandangan saudara.
Ragu-ragu apa pula,
kita memang pernah berjumpa.
Sambil berdiri di ambang pintu kereta api,
tergencet oleh penumpang berjubel,
Jumat, 04 Mei 2012
Sajak Matahari
Author: W.S Rendra
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.
Kamis, 03 Mei 2012
Sajak Mata-Mata
Author: W.S Rendra
Ada suara bising di bawah tanah.Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah.
Ada tangis tak menentu di tengah sawah.
Dan, lho, ini di belakang saya
ada tentara marah-marah.
Rabu, 02 Mei 2012
Sajak Peperangan Abimanyu
Author: W.S Rendra
(Untuk puteraku, Isaias Sadewa)
Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru.
Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya.
Hatinya damai,
di dalam dadanya yang bedah dan berdarah,
karena ia telah lunas
menjalani kewjiban dan kewajarannya.
Selasa, 24 April 2012
Sajak Pertemuan Mahasiswa
Author: W.S Rendra
Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan
Minggu, 08 April 2012
Sajak Potret Keluarga
Author: W.S Rendra
Tanggal lima belas tahun rembulan.
Wajah molek bersolek di angkasa.
Kemarau dingin jalan berdebu.
Ular yang lewat dipagut naga.
Burung tekukur terpisah dari sarangnya
Selasa, 27 Maret 2012
ASA
Matta ini sudah jamak satu kesann..
Tapi daku larra tiada sempurna..
Merasuk dibibir buat menyanyikan satu nada lagu..
Walau hanya mimik dan pantomine saja..
kujeling bayangkanku disudut mirad lesu berharaf..
Adakah bayu penghalan lalu ?????
Buat menatap bayang dititik pudar...
By : Adis qurano --- Kalimantan Barat, Indonesia
Jumat, 23 Maret 2012
Sajak Pulau Bali
Author: W.S Rendra
Sebab percaya akan keampuhan industri
dan yakin bisa memupuk modal nasional
dari kesenian dan keindahan alam,
maka Bali menjadi obyek pariwisata.
Kamis, 22 Maret 2012
Sajak S L A
Author: W.S Rendra
Murid-murid mengobel klentit ibu gurunya
Bagaimana itu mungkin ?
Itu mungkin.
Karena tidak ada patokan untuk apa saja.
Semua boleh. Semua tidak boleh.
Tergantung pada cuaca.
Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja.
Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata-kata.
Rabu, 21 Maret 2012
DOSA DALAM DOSA
Aku adalah pencinta
Sosok yang paling takut akan dosa
Aku adalah pendosa
Orientasi cinta adalah dosa
Cinta…………..
Belum cukup dengan sebatas kata
Sebatas kata indah
Sanjungan
Selasa, 28 Februari 2012
Sajak Sebotol Bir
Author: W.S Rendra
Menenggak bir sebotol,
menatap dunia,
dan melihat orang-orang kelaparan.
Membakar dupa,
mencium bumi,
dan mendengar derap huru-hara.
Jumat, 24 Februari 2012
Sajak Seonggok Jagung
Author: W.S Rendra
Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda
yang kurang sekolahan.
Selasa, 21 Februari 2012
Sajak Seorang Tua Di Bawah Pohon
Author: W.S Rendra
Inilah sajakku,
seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas,
dengan kedua tangan kugendong di belakang,
dan rokok kretek yang padam di mulutku.
Rabu, 11 Januari 2012
Sajak Tangan
Inilah tangan seorang mahasiswa,
tingkat sarjana muda.
Tanganku. Astaga.
Tanganku menggapai,
yang terpegang anderox hostes berumbai,
Aku bego. Tanganku lunglai
Selasa, 10 Januari 2012
Rahasia Biruku…
Aku akan melakukan segala apa yang telah engkau ucapkan tadi
Dan aku akan menjadikan jiwaku sebagai sebuah kelambu yang
menyelubungi jiwamu.
Hatiku akan menjadi tempat tinggal keanggunanmu
serta dadaku akan menjadi kubur bagi penderitaanmu.
Aku akan selalu mencintaimu…sebagaimana padang rumput
yang luas mencintai musim bunga.
Senin, 09 Januari 2012
Sajak Widuri Untuk Joki Tobing
Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.
Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba.
Orang-orang miskin menentang kemelaratan.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,
kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu
karena terlibat aku di dalam napasmu.
Dari bis kota ke bis kota
Minggu, 08 Januari 2012
Prosa (V)
Aku akan melakukan segala apa yang telah engkau ucapkan tadi
Dan aku akan menjadikan jiwaku sebagai sebuah kelambu yang
menyelubungi jiwamu.
Hatiku akan menjadi tempat tinggal keanggunanmu
serta dadaku akan menjadi kubur bagi penderitaanmu.
Aku akan selalu mencintaimu…sebagaimana padang rumput
Sabtu, 07 Januari 2012
Persahabatan
Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.Dan dia menjawab:Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Jumat, 06 Januari 2012
Tanya Sang Anak
Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!
Kamis, 05 Januari 2012
Penyair
Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.
Rabu, 04 Januari 2012
Mimpi
Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut,
“Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.”,
Ketika aku sampai di pantai, kabus dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis.
Selasa, 03 Januari 2012
Kasih Sayang Dan Persamaan
Sahabatku yang papa, jika engkau mengetahui, bahawa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan
dan pengertian tentang Kehidupan, maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu.
Senin, 02 Januari 2012
Kata Selembar Kertas Seputih Salju
Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya.
Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor.”
Minggu, 01 Januari 2012
Suatu Pagi Di Januari
Di pagi ini
Lembaran baru dimulai
Bukan berarti lembaran lama sirna
Dosa-dosa masa lalu masih diperhitungkan
Kecuali yang sudah termaafkan
Di pagi ini
Satu januari
Dialah yang Menjadi saksi
Untuk orang yang merugi
Yang dihari ini masih saja begini
Minggu, 18 Desember 2011
Ibu
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Sabtu, 17 Desember 2011
Guru
Barangsiapa mahu menjadi guru,
biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri
sebelum mengajar orang lain,
dan biarkan dia mengajar dengan teladan sebelum mengajar dengan kata-kata.
Sebab mereka yang mengajar dirinya sendiri dengan memperbetulkan perbuatan-perbuatannya sendiri
lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
dan memperbetulkan perbuatan-perbuatan orang lain.
Jumat, 16 Desember 2011
Dua Keinginan
Di keheningan malam, Sang Maut turun atas hadrat Tuhan menuju ke bumi.
Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya.
Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan Sang Lelap.
Kamis, 15 Desember 2011
Cinta (III)
Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.
Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mengeluh dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.”
Rabu, 14 Desember 2011
Cinta (II)
Mereka berkata tentang serigala dan tikus
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga
Mereka berkata tentang helang dan? hering
Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama
Dan berdamai – di antara satu sama lain,
Dalam kehadiran bangkai – bangkai mati itu
Oh Cinta, yang tangan lembutnya
mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga
akan maruah dan kebanggaan,
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini
Biarkan rasa lapar menggigitku,
Biarkan rasa haus membakarku,
Biarkan aku mati dan binasa,
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi,
Dan mangkuk yang tidak kau berkati
Senin, 15 Agustus 2011
Sekeping Hati
Saat ini ku sendirian
Mengenang nasib diri di tinggalkan..
Walau bertahun kita tlah berpisah
Namun hati ku masih tidak dapat menerima takdir suratan..
Aku coba melupakan semua tentang dirimu
Aku coba mencari penggantimu
Tapi aku tak mampu melayani dia sepertimu..
Aku menjadi tidak setia..
Aku menjadi tidak jujur..
Segalanya karena kesetiaanku
Kejujuranku dirampas oleh wanita pertama yang cintai..
Hidup ku musnah dengan harapan yang ku susun
Satu persatu untukmu terbakar hangus...
Aku selalu berdoa agar kembali keyakinan diri..
Walau perih semua ini ku jalani...
By : aiz>89 --- Johor, Malaysia
Jumat, 01 Juli 2011
ASAKU MENANTI
Kala tawamu pecah suasana
Indah hati dalam singgasana
Senyum manismu pancarkan sang mentari di ufuk sana
Asa menanti
Satukan hatiku dan hatimu
Harapanku untukmu
Tunggu cerah jemput pagi
Sabtu, 11 Juni 2011
Aku Tunggu Kehadiranmu wahai Razi Muhara. Z di kota Padang
Sayang.....
Disaat Rika Idmayanti membutuhkan Razi Muhara. Z
Mengapa Razi Muhara. Z tega pergi jauh dari Rika Idmayanti
Disini Rika Idmayanti benar-benar merasa sepi
Benar-benar sendiri
Entah mengapa hati Rika Idmayanti selalu gelisah
Rika Idmayanti selalu memikirkanmu, wahai Razi Muhara. Z
Rika Idmayanti selalu merindukanmu, wahai Razi Muhara. Z
Tiada lagi yang dapat Rika Idmayanti katakan
Rika Idmayanti benar-benar mencintaimu, wahai Razi Muhara. Z
Sayang,... janganlah Razi Muhara. Z pergi dari, Rika Idmayanti
Rika Idmayanti mohon....
Rika Idmayanti harap Razi Muhara. Z bisa mengerti smua isi hati Rika Idmayanti
Disini, ditempat ini
Kan Rika Idmayanti tunggu kehadiranmu, wahai Razi Muhara. Z lagi
di kota Padang....
Karya: Rika Idmayanti ST. M.Kom --- http://rikaidmayanti07.wordpress.com
Dosen Politeknik Negeri Padang
dan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Tetaplah Bersamaku
Sayangku, Razi Muhara. Z
Rika Idmayanti ingin Razi Muhara. Z tahu
Rika Idmayanti begitu mencntaimu, Razi Muhara. Z
Rika Idmayanti begitu menyayangimu,
Rika Idmayanti begitu merindumu,
Rika Idmayanti ingin,
Rika Idmayanti pinta,
Rika Idmayanti mohon,
Selasa, 24 Mei 2011
Cinta
kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat
ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.
Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”
Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.
Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.
Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.
Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari
Jumat, 20 Mei 2011
Tahanan
Author: W.S Rendra
Atas ranjang batu
tubuhnya panjang
bukit barisan tanpa bulan
kabur dan liat
dengan mata sepikan terali
Di lorong-lorong
jantung matanya
para pemuda bertangan merah
serdadu-serdadu Belanda rebah
Di mulutnya menetes
lewat mimpi
darah di cawan tembikar
dijelmakan satu senyum
barat di perut gunung
(Para pemuda bertangan merah
adik lelaki neruskan dendam)
Dini hari bernyanyi
di luar dirinya
Anak lonceng
menggeliat enam kali
di perut ibunya
Mendadak
dipejamkan matanya
Sipir memutar kunci selnya
dan berkata
-He, pemberontak
hari yang berikut bukan milikmu !
Diseret di muka peleton algojo
ia meludah
tapi tak dikatakannya
-Semalam kucicip sudah
betapa lezatnya madu darah.
Dan tak pernah didengarnya
enam pucuk senapan
meletus bersama
Kisah
Th VI, No 11
Nopember 1956
Selasa, 17 Mei 2011
Cinta (I)
Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.
Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang? ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:
Pabila? cinta menggamitmu, ikutlah ia
Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam
Pabila ia mengepakkan sayapnya,
Engkau serahkanlah dirimu kepadanya
Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu.
Pabila ia berkata-kata
Engkau percayalah kepadanya
walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu
seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman
kerana sekalipun cinta memahkotakan kamu
Ia juga akan mengorbankan kamu
walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu
ia juga mematahkan ranting-rantingmu
walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi
dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar
dalam remang cahaya matahari
ia juga turun ke akar-akarmu
dan menggoncangkannya dari perut bumi
Seperti seberkas jagung
ia akan mengumpulmu untuk dirinya
membantingkanmu sehingga engkau bogel
mengayakkanmu sehingga terpisah kamu dari kulitmu
mengisarkanmu sehingga engkau menjadi putih bersih
mengulimu agar kamu mudah dibentuk
dan selepas itu membakarmu di atas bara api
agar kamu menjadi sebuku roti yang diberkati
untuk hidangan kenduri Tuhanmu yang suci
Semua ini akan cinta lakukan kepadamu
supaya engkau memahami rahsia hatinya
dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan
tetapi seandainya di dalam ketakutanmu
engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta
maka lebih baiklah engkau membalut dirimu
yang bogel itu
dan beredarlah dari laman cinta yang penuh gelora
ke dunia gersang yang tidak bermusim
di sana engkau akan ketawa
tetapi bukan tawamu
dan engkau akan menangis
tetapi bukan dengan air matamu
Cinta tidak memberikan apa-apa melainkan dirinya
dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya
cinta tidak mengawal sesiapa
dan cinta tidak boleh dikawal sesiapa
kerana cinta lengkap dengan sendirinya
Dan pabila engkau bercinta
engkau tidak seharusnya berkata
“kejadian adalah hatiku,” sebaliknya berkatalah:
“aku adalah kejadian”
Dan janganlah engkau berfikir
engkau boleh menentukan arus cinta
kerana seandainya cinta memberkatimu
ia akan menentukan arah perjalananmu
Cinta tiada nafsu melainkan dirinya
tetapi seandainya kamu bercinta
dan ada nafsu pada cintamu itu
maka biarlah yang berikut ini menjadi nafsumu;
menjadi air batu yang cair
membentuk anak-anak sungai
yang menyanyikan melodi cinta
pada malam yang gelap gelita
untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan
untuk merasa luka kerana engkau kini mengenali cinta
dan rela serta gembira
melihat darah dari lukanya
untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega
dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta
untuk beristirehat ketika matahari remang
untuk mengingati kemanidan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu
yang bersemadi di dalam hatimu
dengan lagu kesyukuran pada bibirmu
(Dari ‘Sang Nabi’)
Anak
Author: Kahlil Gibran
Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dekapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.
Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.
(Dari ‘Cinta, Keindahan, Kesunyian’)
Senin, 16 Mei 2011
Bayang-bayang Di Titik Pudar
Mata ini sudah jamak satu kesan
Tapi daku lara tiada sempurna
Merasuk dibibir buat menyanyikan satu nada lagu
Walau hanya mimik dan pantomine saja
Adakah bayu penghalang lalu
Buat menatap bayang dititik pusar
By : Adis qurano --- Kalimantan Barat, Indonesia
Rabu, 27 April 2011
Emansipasi Kebablasan
Ibu kartini...
Aku salut dengan pemikirannya
Dialah perempuan terbaik di zaman itu
Perjuangkan hak yang seharusnya
Kesempatan yang sama memperoleh pendidikan
Meski ujungnya menjadi ibu rumah tangga
Namun tidak semuanya harus sama
Ingatlah akan kodrat manusia
Pria dan wanita sungguh berbeda
Itu semua sudah digariskan
Selamanya ibulah yang slalu akan melahirkan
Ibu kita Kartinipun tahu
Dia tidak menuntut persamaan yang lain
Di zaman ini Emansipasi kebablasan
Wanita bekerja di tempat yang tidak semestinya
Itu dibanggakan
Bukankah itu malah menurunkan martabat perempuan
Mungkin jika pejuang itu masih ada
Beliau sendiri yang akan meluruskan
Emansipasi yang tidak tahu aturan
Minggu, 10 April 2011
PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
(1948)
Siasat,
Th III, No. 96
1949
Sabtu, 09 April 2011
Malam
Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
--Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957
Kamis, 07 April 2011
KRAWANG-BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957
Rabu, 06 April 2011
Cinta Yang Abadi
Di saat kau mencintanya...
Dia mencintamu melebihi cintamu padanya..
Semua salahmu dia maafkan ketika kau memintanya...
Namun saat cintamu kau bagi dengan selainnya
Dia sangat murka hingga maafmu tertolak...
Saat kau rindu jumpa dengannya...
Diapun rindu jumpa denganmu...
Saat kau meminta...
Dia memberi lebih dari yang kau minta...
Saat manusia lain menagisi kepergian kekasih yang tercintanya...
Rasa cintamu padanya bertambah...
Beruntung Kau mencintainya..
Karena dia takkan pernah mati..
Dia maha tunggal dan abadi..
Maha raja langit dan bumi..
Maha berkasih sayang..
Dialah Allah...
Sang pemilik cinta yang abadi...
Selasa, 05 April 2011
Diponegoro
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
